Senin, 23 Oktober 2017 

Upacara HUT BPK Ke-70

17/01/2017 – 08:59

Dalam rangka memperingati HUT BPK RI ke-70 Tahun 2017, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Gorontalo melaksanakan Upacara Bendera di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo, Senin (16/01/2017).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo, Bapak Muhaimin, dan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Bapak Djamiat Mosii.

Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPK RI ke-70 Tahun 2017 diikuti Para Pejabat Struktural, Fungsional, dan pegawai pada Pelaksana BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menyampaikan Pidato Ketua BPK RI, Bapak Harry Azhar Azis, menyampaikan bahwa visi BPK adalah “Menjadi pendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara melalui pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat”. Dan BPK menetapkan misi yaitu, “(1) Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri; (2) Melaksanakan tata kelola organisasi yang berintegritas, independen dan profesional”. Visi dan misi tersebut diharapkan dapat menunjukkan komitmen BPK untuk selalu melaksanakan tugas sebaik mungkin sehingga dapat memberikan manfaat bagi negara.

Selanjutnya, Ketua BPK RI juga menyampaikan bahwa salah satu kematangan BPK dapat dilihat dari penetapan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang menggantikan SPKN Tahun 2007. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan standar pemeriksaan internasional, nasional maupun tuntutan kebutuhan saat ini.

Dalam pidatonya juga, Ketua BPK menyampaikan hal lain yang menunjukkan kematangan BPK yaitu dengan sudah disempurnakannya tata kelola dan proses bisnis organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Saat ini BPK sudah meluncurkan Sistem Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) di HUT BPK yang ke-70 ini. Penerapan SIPTL dan berbagai sistem informasi bagi BPK merupakan tonggak dari pembangunan organisasi yang digerakkan dengan teknologi informasi (IT-driven organization) yang menjadi tuntutan saat ini dan yang akan menjadi leading organisasi di bidangnya.

Capaian lain di HUT BPK yang ke-70 ini adalah dengan diresmikannya Auditorat Utama Investigasi untuk merespon kebutuhan pemeriksaan investigatif dan permintaan penghitungan kerugian negara yang semakin meningkat. Dengan adanya Auditorat Utama Investigasi ini, BPK diharapkan turut memperkokoh perannya dalam memerangi korupsi sebagai pondasi awal kematangan organisasi pemeriksa.

Di usia yang ke-70 ini, BPK sudah meresmikan dan membuka Museum BPK yang lebih modern di Magelang, Jawa Tengah dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara di Gowa, Sulawesi Selatan. Kedua tempat ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi baik bagi insan BPK maupun seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya, Ketua BPK RI juga menyebutkan bahwa BPK sudah berhasil mendapatkan kepercayaan dari dunia internasional. Hal ini terlihat dari ditunjuknya BPK sebagai external auditor International Anti Corruption Academy (IACA), International Atomic Energy Agency (IAEA), serta menjadi anggota panel external auditor PBB yang bertugas untuk memeriksa badan-badan dalam komunitas PBB. Selain itu, BPK juga dipercaya untuk memimpin kelompok kerja terbesar dalam organisasi lembaga pemeriksa sedunia (INTOSAI).

Selama tujuh dekade perjalanan BPK, BPK telah dihadapkan dengan berbagai rintangan dan tantangan, antara lain gugatan hukum atas hasil pemeriksaannya. BPK juga menghadapi tantangan atas pembatasan akses dan ketersediaan data pemeriksaan. Berbagai upaya telah dilaksanakan diantaranya melalui MoU dengan entitas terperiksa. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa pada level teknis upaya pembatasan akses data tersebut masih ada.

Dalam konteks kenegaraan, BPK juga dihadapkan pada tantangan negara berupa masih rendahnya infrakstruktur dan sumber daya manusia, tidak tegaknya supremasi hukum, serta praktik-praktik korupsi. Menghadapi tantangan ini, BPK berupaya untuk menyinergikan strategi pemeriksaan dengan agenda pembangunan yang tercantum dalam RPJMN.

Dalam periode Renstra 2016-2020 ini, BPK akan melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan tema dan fokus pemeriksaan untuk dapat menyimpulkan atau menilai lebih dalam atas pencapaian pembangunan yang telah direncanakan Pemerintah. Untuk itu, semua harus memiliki komitmen bersama meningkatkan koordinasi setiap satuan kerja dalam melaksanakan strategi pemeriksaan ini.

Pada akhir sambutannya, Ketua BPK menekankan kepada seluruh jajaran di BPK untuk selalu menjunjung tinggi integritas, independensi, dan profesionalisme.

Dirgahayu BPK !!!